Banyak orang yang mengaku memiliki cinta, maka mereka dituntut untuk menyodorkan bukti pengakuan itu. Andaikan mereka diberi kesempatan untuk menyampaikan pengakuannya, maka kesaksian mereka akan beragam. Lalu dikatakan, “Pengakuan ini tidak bisa diterima kecuali ada buktinya.” Begitu kata Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam kitabnya Madarijus Salikin. Proses untuk menunjukkan sebuah bukti adalah sebuah kemutlakan dalam pengakuan kata […]
![]()
